Jumat, 31 Mei 2013

...Part Ry 1...

Nulis-nulis di blog panjang-panjang blom tentu orang mengerti :( Huaaa....
Baru permulaan, baru belajar ya maklumin aja.... Klo ga ngerti...
Sebenernya sih... nulis-nulis kaya gituan ada mood nya...
Kadang ga mood gara-gara temen-temen di Skulll bacanya ga ngerti, harausnya kan klo bgitu trmotivasi...
Untuk lebih bisa di mengerti orang .... Argghh...
Dan kadang juga lagi moood banget klo lagi galau-galauan, atau orang ga ada yang tau aku nulis apa ...
Hati senang ...
Orang yang aneh...
Huuuft ...

...~Amorina~...

Bismillah...

Seperti berjalan di kelabu abu, tak terlihat sepintas pun jalan lurus ke depan. Tak karuanku berjalan di tengah rimbunnya pepohonan menghalangiku berjalan, berliuk-liuk tak karuan hanya saja aku tak mau terkena duri-duri batang yang tiba-tiba tertancap di salah satu tubuhku. Tak memikirkan jalan lurus ke depan. Mengabaikan semuanya, terus berjalan tak kenal arah mengandalkan indra perabaku yang masih bisa berfungsi. 

Detik demi detik ku lewati, dalam hati ini telah berbisik "segera mencari jalan keluar" Tetapi ketika dalam tubuh ini perlahan menutup pintu hati. Jiwa ini tak dapat terkendalikan, ketika sebuah kekuasaan menguasainya. Hanya kekokohan iman yang dapat menarik kembali pintu hati itu untuk segera terbuka. Melawan bersama keyakinan yang kokoh kepadaNya. 

Terbengkalai, hari demi hari terlewat. Hanya berfikir tetap berdiam di sana berjalan meliuk-liuk seperti ular tak berbisa. Berpikir agar tak terluka sedikit pun menginginkan tetap kokoh di sana walaupun rerumputan, pepohonan dan serangga-serangga kecil tak menyukainya. Walaupun kulit ini terbeset oleh batang-batang tajam hingga merobek kulit, tetap tak mau meninggalkannya. Walaupun mahkluk lain telah tersakiti terhadap perbuatannya, tetap tak kan hilang.

Tetapi suatu ketika kelabu itu hilang begitu saja. Aku melihat dua jalan, jalan lurus dan jalan berliuk ke kanan dan ke kiri. Keraguan masih tertanam, hati ini berusaha mencabutnya tetapi nafsu menghalang. Tetapi mungkin aku melihat bayangan putih dari kejauhan, mataku yang tak mampu melihat jelas kembali ragu. Cahaya putih itu pun mendekat, semakin mendekat. Memberiku jahitan halus terhadap robekan kulit, putihku. Permanen tak kan pernah terlepas. Ikatan tali yang memberinya jalan lurus pilihan akhirnya.

Cinta yang semestinya memberi jalan tegak malah menjadikan jalan itu patah berkelok, tak semestinya untuk terus mengikuti.
Cinta yang lurus tak dapat di rasa.



Cinta yang sesungguhnya adalah Cinta kepadaNya.

Note : SukaSuka

... GoAheadforNewShitary ...

First Bismillahirrohmaanirrohim...

Hello, World ...
Do you know about Shitary ...
Shitary iiisss puiShi-ceriTa-diaRy ...

Hehe ...

This my first Shitary ...

Be Galau ...

One Two Three
Tik-tik-tik ...

Tetesan air, telah...
Membasahi papan miring tepat di bawahnya...
Air yang tak tertadah, terus mengalir darinya...

Walaupun debit air itu kecil...
Dapat jatuh dengan lincah seperti ikan kecil...
yang mungil...

Tak berdaya aku melihatnya...
Mensyukuri nikmatNya...
Yang telah banyak kusia-siakan tak berguna...

Sangaaat...
Tak berguna...
Membuang-buang lacrima ini...
Karena dia seorang korban khilafku ...

Created by : VeenaOc_Bhrayn