Sabtu, 12 Oktober 2013

...Part Ry 3...

Bismillah ... Pesisir Pantai yang jernih, bersama-sma kita menatap langit biru nan indah, berkilau matahari menyinari alam ini. Berhenti sejenak, tanpa harus berlari. Berhenti, berfikir yang terbaik. Lebih baik hanya duduk dan terdiam, tanpa ada satu kata pun yang terlontar dari mulut, hanya dari hati ku berbicara.

Dari A sampai Z ia ucapkan, kata-kata bijak yang selalu berada di telinga kanan, tak dapat bertahan dalam hitungan detik. Ku selalu berdo'a yang terbaik. Kesedihan menghadapinya. Seperti tertusuk jarum jahit saat ibu menjahit. Hanya dalam beberapa waktu darah mengalir menetes di kain putih ibu. Sakit !!!

Bagaimana ? Lebih baik diam. Aku pun seperti orang gagap yang berbicara. Bisikan angin yang menghantarkan semua menjadi bergerak. Abaikan! Seperti angin yang tak berhenti-henti berhembus. Mulutku tak berhenti bergerak. Kemudian terdiam tak berkata.

Hanya ada Isnaini Insan. Kesedihan tak berhenti sampai situ, Hembusan angin, para mamalia, bahkan tumbuhan tak mengerti apa yang mereka kata. Tiga huruf yang tak dapat ku lafal kan disini.

Sampai sini saja...

Kekhawtiran melanda ...